hening....
aku merindukan saat-saat itu,
dalam temaram itu,
aku merindukan jemari kasar itu,
kasar, namun menenangkanku...
namun semua keindahan itu membuat hatiku semakin membusuk,
terurai dalam kepahitan dan kenyataan yang harus kulewati,
konsistensi akan kata-kataku " aku mengikhlaskan apa yang telah terjadi dan yang akan terjadi"
dan kenyataan yang terjadi itu sperti ini...
yah, aku sudah menghadapi badai itu,
aku tidak lari dari peperangan ini,
aku menghadapinya dengan segala kekuranganku,
kau yang lari dari peperangan yang kau ciptakan sendiri...
aku bisa sedikit bangga karena itu,
karena aku yakin, suatu saat Tuhan mempertemukan kita
kau takkan sanggup menatapku
karena silau akan tingginya derajatku dimatamu dan keluargamu
derajat dari Tuhan karena aku tidak pernah lari dari apapun...
dari Tuhan, kau dan kami...
Tuhan, ampuni aku, kau dan kami
ASK, Aku Syang kamu..
No comments:
Post a Comment