badanku telah kaku, membiru krn rindu...
rindu yg tabu...
tabu karena aku merindu orang yg salah...
salah krn jiwa raganya telah bersanding...
hatiku telah kumain-mainkan...
sangat susah memang, tapi mau gimana lagi???
kini aku terdampar dalam sebuah penantian..
bukan penantian menunggu kekasih,
tapi sebuah penantian akan kasihani Tuhan
rekaman otakku akan dirinya tak kunjung pudar,
betapa aku ingin kembali pada saat2 dia memelukku semalaman
betapa inginku mengecup aroma dagunya...
namun betapa retaknya aku saat dia berkata....
"nik, mata dan bibirmu mengingatkanku pada rikaku, cintaku dimasa lalu..."
apakah aku hanyalah cermin manuskrip akan rika??....
sosok yg kau tinggalkan begitu saja...
namun, apapun yg telah kita lakukan... itu membuatku merana,
badanku kini telah kaku, membiru krn rindu menggebu... padamu.
dan seperti para terhukum cinta lainnya....
sakit asmaraku ini benar2 telah membunuhku...
racun yg kuhisap darimu mulai mengerogoti palung jiwaku
jiwaku kering karenanya, hanya krn mendambamu...
tolol bukan?...
yah itulah, efek dari infeksi jiwa krn sakit asmara... ya ada hanya ketololan dan gila!

No comments:
Post a Comment