when wine meets spices , mungkin ini yang bisa kutulis sebagai judul,
kesendirian yang tak berkabar...saat sang mualim bersama biduknya mengarungi lautan... benar-benar tak ada kabar... tak ada sapa...dia sibuk dengan dunianya, apakah dia tlah melupakan aku??
iya, aku rasa...
aku tak berharap menjadi kekasihnya, perbedaan kita terlalu jauh, bagai langit dengan sumur...setidaknya, sebelum kita ngedate sblm dia berangkat melepas sauh, kita kan berteman...ku tak berharap dia setia kasih padaku, setidaknya setia kawan darinya...tapi sepertinya, seorang surya gandhi tidak memiliki keduanya...
demi menghibur galauku, maliki "memanggil" seseorg dari laut... tapi dia bukan seorang pelaut, dia adalah sang peramu anggur yang berada dikapal pesiar mewah...ku melihat dibeberapa kehidupan, dia memang seorang peramu, namun terlihat pula begitu banyak air mata dan fitnah yang terlintas... aku bertanya-tanya pada maliki..." kenapa kau datangkan seseorang seperti dia?'kesendirian yang tak berkabar...saat sang mualim bersama biduknya mengarungi lautan... benar-benar tak ada kabar... tak ada sapa...dia sibuk dengan dunianya, apakah dia tlah melupakan aku??
iya, aku rasa...
aku tak berharap menjadi kekasihnya, perbedaan kita terlalu jauh, bagai langit dengan sumur...setidaknya, sebelum kita ngedate sblm dia berangkat melepas sauh, kita kan berteman...ku tak berharap dia setia kasih padaku, setidaknya setia kawan darinya...tapi sepertinya, seorang surya gandhi tidak memiliki keduanya...
maliki hanya tersenyum, "jangan tolak sebelum bertemu dengannya didarat..."
saat sang peramu bekerja menciptakan kebahagian melalui gelas-gelas anggurnya, dia bekerja dengan air mata karena kesedihannya..dia bisa menghilangkan kesedihan org lain walau hanya sesaat, tapi dia tidak sanggup menghilangkan kesedihannya walau sekejabpun...bagaimana dia bisa menghilangkan kesedihannya, dia sendiri tak bisa mendefinisikan arti bahagianya sendiri...
hanya obat dari seorang penyembuh yang bisa menyembuhkannya... terlebih jika kau mengobatinya dengan kasih yang tulus, cinta tanpa syarat...sembuhkan dia dengan ketulusanmu, tunjukan padanya, bahwa dunia tidak sekejam atau tidak adil seperti yang ada dikepalanya... selebihnya serahkan pada Tuhan jika kalian berjodoh, kalian pasti akan bersama tak terpisahkan....karena kalian akan saling mengobati, saling membutuhkan....
kurenungi berhari-hari perkataan maliki, dan mulai kusadari memang beda, aku merasa.... sangat mudah melihat kehidupannya sebelumnya...lembar demi lembar terbuka didepan mata...kenyataan demi kenyataan....terlintas didepan mata, dia mau menyangkal atau tidak jujur sekalipun....aku tetap tau kebenarannya.
dan aku sekarang sudah dalam taraf...TIDAK MAU RUWET , terlebih dengan kisah yang lalu-lalu...
jadi cukup berpikir... terima atau tidak....that's it!
secara fisik, kau padahal adalah idamanku... entah secara hati,,,aku masih tak tau...
banyak yang akan terjadi dalam 14 minggu kedepan sebelum dia kembali kedarat..
make him stronger, God!

No comments:
Post a Comment